
BJ Habibie – Siapa yang tidak mengenal BJ Habibi, anak bangsa berprestasi di kancah internasional. Sosok BJ Habibie sangat dihormati oleh ilmuan dunia khususnya di bidang penerbangan.
Selain dikenal sebagai orang paling cerdas diantara ahli penerbangan, beliau juga merupakan mantan Presiden Republik Indonesia ke-3. Oleh karena itu biografi BJ Habibie menarik untuk diketahui.
Banyaknya prestasi yang telah digapai oleh BJ Habibie dan perannya dalam dunia penerbangan nasional maupun internasional, merupakan sebuah contoh panutan bagi pemuda -pemudi bangsa Indonesia bahwa setiap orang dapat berkarya dan diakui dunia. https://www.romadecade.org/biografi-bj-habibie/#!
Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) merupakan keturunan orang Jawa (ibu) dan orang Makasar (ayah). Di masa kecil, BJ Habibie sudah menunjukkan kecerdasan dan semangatnya yang tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya Fisika.
Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berlanjut ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Jerman pada tahun 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, BJ Habibie muda membutuhkan waktu 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen, Jerman.
“Ketika seseorang menghinamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkanmu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka.”
BJ Habibie melanjutkan program doktoral setelah menikah dengan teman SMA-nya, Hasri Ainun Besari pada tahun 1962. Kemudian ia bersama dengan istrinya tinggal di Jerman. Karena keadaan ekonomi yang kala itu sedang sulit, BJ Habibie harus bekerja keras untuk membiayai kuliah sekaligus rumah tangganya.
BJ Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Pada tahun 1965, ia akhirnya menyelesaikan progam studi S-3 dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude.
Masa Pemerintahan BJ Habibie

BJ Habibie mewarisi kondisi penuh hiruk pikuk setelah pengunduran diri Soeharto akibat tata kelola yang salah pada zaman orde baru, sehingga menimbulkan berbagai kerusuhan dan disintegerasi sosial hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kemudian setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet.
Salah satu tugas pentingnya yakni kembali mendapatkan sokongan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan sektor ekonomi. Ia juga membebaskan para tahanan politik dan meredakan kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.
Pada masa pemerintahannya yang cukup singkat, ia berhasil memberikan pondasi yang kokoh bagi Indonesia, pada eranya lahirlah UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting yakni UU otonomi daerah.
“Salah satu kunci kebahagiaan adalah gunakan uangmu untuk pengalaman, bukan gunakan uangmu untuk keinginan.”
Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi sosial yang diwariskan era Orde Baru berhasil di redam dan pada akhirnya dapat dituntaskan di masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah dapat dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.
Setelah ia melepaskan tampuk kekuasaan sebagai presiden, BJ Habibie lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Namun, ketika masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden demi mengawal proses demokrasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center. https://notepam.com/biografi-bj-habibie/



